Para Penjaga Kekaisaran
Ia yang menebarkan kenakalan, Scorpio
Makhluk itu memanggil dirinya Scorpio. Ia senang mengambil wujud laki-laki berusia awal 30-an yang tampangnya urakan, layaknya para preman di pasar. Makhluk itu sangat senang bermain lelucon pada orang lain, juga menjahili warga sekitar. Ia selalu menarik perhatian mereka berhati gelap dan memberikan mereka secercah kesempatan untuk memenuhi kegelapan hati tersebut. Namun, tak jarang juga, orang-orang yang masuk kategori kriminal itu melindungi kekaisaran ini. Kalau boleh jujur, rasanya cukup aneh memiliki salah satu dewa kegelapan yang menggiatkan kegiatan kriminal pada pengikutnya menjadi salah satu agama yang diakui kekaisaran. Namun, apa boleh buat, kaisar dari kekaisaran ini juga seorang tiran sejak pertama kali didirikan.
Ia yang penuh dengan kelicikan, Nova.
Makhluk lain yang termasuk dalam kategori dewa kegelapan, kurasa ia lebih baik dari Scorpio. Makhluk itu selalu mengambil wujud wanita dengan tubuh elok dan memancarkan aura seksual—ia memanggil dirinya Nova. Makhluk itu selalu menarik perhatian para pria yang tak bisa menahan napsu mereka, para wanita yang selalu merasa iri dengki dan terbutakan oleh hasrat cinta, serta mereka yang memiliki ketamakan dalam diri mereka. Walaupun licik, makhluk itu tahu kapan harus berhenti, membuatnya menjadi lebih sedikit kusukai. Aku rasa gereja miliknya juga menambahkan poin kesukaanku karena gereja-gerejanya selalu menawan.
Ia yang memberikan kebijaksanaan, Pyro.
Aku selalu bertanya-tanya mengapa Pyro bukanlah dewa utama diantara keempat dewa yang ada di kekaisaran. Makhluk itu jatuh ke dalam kategori dewa cahaya, penuh dengan wawasan dan kebijaksanaan. Makhluk itu selalu terorganisir dan memiliki tujuan yang jelas. Kurasa itu salah satu mengapa Pyro memiliki pengikut paling banyak di kekaisaran. Namun sayangnya, ia merupakan peringkat dua diantara keempat dewa yang ada di kekaisaran. Gereja Pyro memang cocok untuk menjadi agama utama suatu negara. Namun, jika disandingkan dengan keluarga kekaisaran ini, Pyro sama sekali tidak cocok. Makhluk itu menarik perhatian mereka yang berhati lemah lembut dan penuh dengan kebenaran. Sebagai kekaisaran yang dipimpin oleh para biadab, Pyro cukup jadi penasehat kekaisaran saja.
Lalu, Ia yang dikenal sebagai Dewi Kebajikan, Aleysha.
Dewi Kebajikan yang memberikan anugerah kepada para biadab, apa tidak membuatmu bertanya-tanya isi otak dewi satu ini?
Pengikutnya memang kurang dari Pyro, namun mereka yang mengikuti jejak Aleysha sangatlah loyal—seperti dicuciotaknya untuk mengikuti arahan dewi yang tidak jelas ini.
Makhluk yang termasuk dalam kategori dewa cahaya, namun memiliki ketertarikan dalam kesengsaraan, penderitaan, pertumpahan darah, dan perang.
Aneh sekali.
Aleysha juga merupakan dewi yang sangat kacau, layaknya seorang anak kecil yang tiba-tiba disuruh orang tuanya untuk memimpin sebuah organisasi. Aku selalu dibuat pusing dengan tingkah lakunya yang kekanak-kanakan, tidak ada wibawa-wibawanya. Terlebih makhluk itu sering menangis dan meraung di dalam kepalaku—apa tidak meledak kepala kecilku itu.
Makhluk itu terlalu banyak memiliki bendera merah. Berkali-kali aku bertanya bagaimana makhluk itu masuk kategori dewa cahaya dan tidak masuk ke kategori dewa kegelapan.
Walaupun begitu, harus kuakui kekuatan Aleysha seratus kali lebih besar dibandingkan ketiga dewa lainnya yang berada di kekaisaran. Tak hanya itu, Sang Dewi Kebajikan sangat menyayangi para pengikutnya, terutama mereka yang ia anggap sebagai anak sendiri, karena ia akan melakukan hal-hal diluar nalar untuk membahagiakan anak-anaknya.
Ah... sebagai keturunan para biadab yang dianugerahi kekuatan Aleysha dan menjadi Nona Saintess, tentu saja aku pengikut loyal Dewi Kebajikan ini.
Tetapi, tidak akan mengubah pemikiranku kalau dewi ini sangat susah untuk diurus.