<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
  <channel>
    <title>ajaxsel</title>
    <link>https://ajaxsel.writeas.com/</link>
    <description></description>
    <pubDate>Fri, 06 Nov 2026 21:41:10 +0000</pubDate>
    <item>
      <title>Kau Tahu?</title>
      <link>https://ajaxsel.writeas.com/kau-tahu?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[&#34;Hei, kau pernah dengar kisahnya?&#34; &#xA;&#xA;Kisah seorang putri dari kekaisaran yang sangat besar, dengan seorang ayah yang dikenal sebagai tiran sadis, juga seorang kakak laki-laki yang dikenal sebagai putra mahkota bijaksana. &#xA;&#xA;Seorang putri kekaisaran yang dikenal sebagai Putri Jahat sekaligus Nona Saintess oleh warganya.&#xA;&#xA;&#34;Takhta itu... sebenarnya punyaku, tahu?&#34; &#xA;&#xA;Siapa pun yang mengurus tali takdir, mereka sangat ingin menghancurkan keluarga kekaisaran. Mereka ingin Putri Jahat dan Sang Tiran untuk dihapus dari dunia.&#xA;&#xA;&#34;Putra Mahkota seharusnya tidak pernah lahir.&#34; &#xA;.&#xA;.&#xA;.&#xA;.&#xA;.&#xA;.&#xA; Kau tahu?&#xA;&#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p><em>“Hei, kau pernah dengar kisahnya?”</em></p>

<p>Kisah seorang putri dari kekaisaran yang sangat besar, dengan seorang ayah yang dikenal sebagai tiran sadis, juga seorang kakak laki-laki yang dikenal sebagai putra mahkota bijaksana.</p>

<p>Seorang putri kekaisaran yang dikenal sebagai Putri Jahat sekaligus Nona Saintess oleh warganya.</p>

<p><em>“Takhta itu... sebenarnya punyaku, tahu?”</em></p>

<p>Siapa pun yang mengurus tali takdir, mereka sangat ingin menghancurkan keluarga kekaisaran. Mereka ingin Putri Jahat dan Sang Tiran untuk dihapus dari dunia.</p>

<p><em>“Putra Mahkota seharusnya tidak pernah lahir.”</em>
.
.
.
.
.
.
 <em>Kau tahu?</em></p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://ajaxsel.writeas.com/kau-tahu</guid>
      <pubDate>Tue, 20 Dec 2022 04:02:36 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Sang Nona Jahat yang Baik Hati</title>
      <link>https://ajaxsel.writeas.com/sang-nona-jahat-yang-baik-hati?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[Agatha Savasta&#xA;&#xA;---&#xA;&#xA;  Kelahiran yang tidak diinginkan—adalah aku, yang ditakdirkan sebagai keturunan terakhir pada biadab.&#xA;&#xA;Alasan mengapa sang gadis dilahirkan bukanlah sesuatu yang penuh dengan kasih sayang. Sang Kaisar tidak menginginkan satu keturunan pun. Para selir yang dikumpulkan bagaikan cenderamata hasil peperangan hanyalah sebagai pajangan. Namun, salah satu selir, ialah Sang Ibunda dari gadis itu, ingin menentang Sang Kaisar dengan satu hal yang pemimpin kekaisaran itu tidak inginkan—sebuah keturunan. &#xA;&#xA;Maka dari itu sang gadis terlahir. &#xA;&#xA;Sayang sekali, demi pembalasan dendam, Sang Ibunda harus pergi dari dunia selamanya. &#xA;&#xA;Tinggallah bayi perempuan mungil, terdiam di dalam keranjang bayi di Istana Oakenfield. &#xA;&#xA;Sang Kaisar tidak senang dengan kehadirannya. Pedang dihunus pada tubuh bayi mungil tersebut, yang tidak bergeming dengan ancaman itu. Namun, Sang Kaisar mengubah pikirannya dan memilih untuk meninggalkan bayi perempuan itu di Istana Oakenfield dengan fasilitas yang sangat terbatas. &#xA;&#xA;Baru saja lahir dan sang gadis sudah ditinggal mati oleh Sang Ibunda serta ditelantarkan oleh Sang Ayah. &#xA;&#xA;Hal yang normal terjadi bagi keturunan Para Biadab. &#xA;&#xA;  Entah apa yang diharapkan Ayah ketika beliau memberiku nama, namun aku masih bernapas demi kelangsungan hidup kekaisaran, tentu saja.&#xA;&#xA;Agatha Savasta. &#xA;&#xA;Enam bulan setelah kelahirannya, Sang Kaisar akhirnya memberikan bayi mungil itu sebuah nama. Cukup ironis karena &#34;Agatha&#34; memiliki arti &#34;kebaikan&#34;, namun bayi mungil itu terlahir di keluarga yang terkenal dengan tirani dan kekejiannya. &#xA;&#xA;Berharap sang bayi menjadi sosok gadis yang baik hati? &#xA;&#xA;Mungkin saja harapan Sang Kaisar dapat terwujud. Namun, sekali lagi, dirinya merupakan keturunan Para Biadab yang terkenal keji, kebaikan hati sang gadis memiliki perkembangan yang tidak disangka. &#xA;&#xA;Agatha tumbuh menjadi sosok gadis yang menawan nan pintar. Dirinya kerap terlibat dalam politik kekaisaran, membantu Sang Ayah demi kelangsungan kekaisaran yang ia cintai. Sang gadis mencintai tanah kelahirannya dari lubuk hati terdalam. Namun, cara ia menyampaikan cinta itu seusai dengan perilaku para biadab. &#xA;&#xA;Kebahagiaan di atas kesengsaraan—begitulah penggambaran kebaikan hati sang gadis. &#xA;&#xA;Semua di atas nama kejayaan kekaisaran.&#xA;&#xA;  Aku hanya ingin kelangsungan hidup kekaisaran, namun sepertinya caraku salah. Sayangnya, tidak ada satu pun yang mengatakan bahwa aku salah. Perilaku seperti ini sudah normal bagi aku yang keturunan para biadab, The Savasta.&#xA;&#xA;Nona Saintess. Putri Jahat. &#xA;&#xA;Dua nama itu merupakan gelar sang gadis yang merupakan penerus takhta Kekaisaran Tarramonia. Dirinya dikenal sebagai Putri yang Jahat karena perilakunya yang sadis dan keji. Namun, di sisi lain, dirinya dianugerahi kekuatan oleh Dewi Aleysha—seperti para biadab lain pada umumnya—namun, anugerah milik sang gadis sangat besar hingga ia dapat diakui sebagai seorang saintess. &#xA;&#xA;Aneh tapi nyata. &#xA;&#xA;Namun, sayang sekali umur Agatha tidak berlangsung lama. Pemberontakan terjadi di berbagai penjuru kekaisaran demi menggulingkan keluarga kekaisaran yang tengah memimpin sekarang—keluarga Savasta. Sang putri mahkota sudah berupaya untuk menghabiskan pemberontakan itu, namun gagal. Dirinya dipasung di depan khalayak ramai, di depan Ayahnya sendiri. &#xA;&#xA;Hanya ada satu penyesalan dalam hidupnya—ia tidak bisa menjadi kekaisaran dan keluarganya seperti yang ia harapkan. &#xA;&#xA;Akan tetapi, hidup itu lucu, terkadang. &#xA;&#xA;Sang Iblis membisikkan sebuah penawaran yang menarik, yaitu untuk kembali ke masa sebelumnya untuk mengulang sejarah agar dirinya dapat mencegah hal yang tak diinginkan. &#xA;&#xA;Dan, siapa Agatha untuk menolak tawaran menggiurkan itu? &#xA;&#xA;Demi keluarga dan kekaisarannya, Agatha sanggup menjalin perjanjian dengan Sang Iblis. &#xA;&#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p><img src="https://pbs.twimg.com/media/FkZG_wFaAAEaurt?format=jpg&amp;name=large" alt="Agatha Savasta"/></p>

<hr/>

<blockquote><p><em>Kelahiran yang tidak diinginkan—adalah aku, yang ditakdirkan sebagai keturunan terakhir pada biadab.</em></p></blockquote>

<p>Alasan mengapa sang gadis dilahirkan bukanlah sesuatu yang penuh dengan kasih sayang. Sang Kaisar tidak menginginkan satu keturunan pun. Para selir yang dikumpulkan bagaikan cenderamata hasil peperangan hanyalah sebagai pajangan. Namun, salah satu selir, ialah Sang Ibunda dari gadis itu, ingin menentang Sang Kaisar dengan satu hal yang pemimpin kekaisaran itu tidak inginkan—sebuah keturunan.</p>

<p>Maka dari itu sang gadis terlahir.</p>

<p>Sayang sekali, demi pembalasan dendam, Sang Ibunda harus pergi dari dunia selamanya.</p>

<p>Tinggallah bayi perempuan mungil, terdiam di dalam keranjang bayi di Istana Oakenfield.</p>

<p>Sang Kaisar tidak senang dengan kehadirannya. Pedang dihunus pada tubuh bayi mungil tersebut, yang tidak bergeming dengan ancaman itu. Namun, Sang Kaisar mengubah pikirannya dan memilih untuk meninggalkan bayi perempuan itu di Istana Oakenfield dengan fasilitas yang sangat terbatas.</p>

<p>Baru saja lahir dan sang gadis sudah ditinggal mati oleh Sang Ibunda serta ditelantarkan oleh Sang Ayah.</p>

<p>Hal yang normal terjadi bagi keturunan Para Biadab.</p>

<blockquote><p><em>Entah apa yang diharapkan Ayah ketika beliau memberiku nama, namun aku masih bernapas demi kelangsungan hidup kekaisaran, tentu saja.</em></p></blockquote>

<p>Agatha Savasta.</p>

<p>Enam bulan setelah kelahirannya, Sang Kaisar akhirnya memberikan bayi mungil itu sebuah nama. Cukup ironis karena “Agatha” memiliki arti “kebaikan”, namun bayi mungil itu terlahir di keluarga yang terkenal dengan tirani dan kekejiannya.</p>

<p>Berharap sang bayi menjadi sosok gadis yang baik hati?</p>

<p>Mungkin saja harapan Sang Kaisar dapat terwujud. Namun, sekali lagi, dirinya merupakan keturunan Para Biadab yang terkenal keji, kebaikan hati sang gadis memiliki perkembangan yang tidak disangka.</p>

<p>Agatha tumbuh menjadi sosok gadis yang menawan nan pintar. Dirinya kerap terlibat dalam politik kekaisaran, membantu Sang Ayah demi kelangsungan kekaisaran yang ia cintai. Sang gadis mencintai tanah kelahirannya dari lubuk hati terdalam. Namun, cara ia menyampaikan cinta itu seusai dengan perilaku para biadab.</p>

<p>Kebahagiaan di atas kesengsaraan—begitulah penggambaran kebaikan hati sang gadis.</p>

<p>Semua di atas nama kejayaan kekaisaran.</p>

<blockquote><p><em>Aku hanya ingin kelangsungan hidup kekaisaran, namun sepertinya caraku salah. Sayangnya, tidak ada satu pun yang mengatakan bahwa aku salah. Perilaku seperti ini sudah normal bagi aku yang keturunan para biadab, The Savasta.</em></p></blockquote>

<p>Nona Saintess. Putri Jahat.</p>

<p>Dua nama itu merupakan gelar sang gadis yang merupakan penerus takhta Kekaisaran Tarramonia. Dirinya dikenal sebagai Putri yang Jahat karena perilakunya yang sadis dan keji. Namun, di sisi lain, dirinya dianugerahi kekuatan oleh Dewi Aleysha—seperti para biadab lain pada umumnya—namun, anugerah milik sang gadis sangat besar hingga ia dapat diakui sebagai seorang saintess.</p>

<p>Aneh tapi nyata.</p>

<p>Namun, sayang sekali umur Agatha tidak berlangsung lama. Pemberontakan terjadi di berbagai penjuru kekaisaran demi menggulingkan keluarga kekaisaran yang tengah memimpin sekarang—keluarga Savasta. Sang putri mahkota sudah berupaya untuk menghabiskan pemberontakan itu, namun gagal. Dirinya dipasung di depan khalayak ramai, di depan Ayahnya sendiri.</p>

<p>Hanya ada satu penyesalan dalam hidupnya—ia tidak bisa menjadi kekaisaran dan keluarganya seperti yang ia harapkan.</p>

<p>Akan tetapi, hidup itu lucu, terkadang.</p>

<p>Sang Iblis membisikkan sebuah penawaran yang menarik, yaitu untuk kembali ke masa sebelumnya untuk mengulang sejarah agar dirinya dapat mencegah hal yang tak diinginkan.</p>

<p>Dan, siapa Agatha untuk menolak tawaran menggiurkan itu?</p>

<p>Demi keluarga dan kekaisarannya, Agatha sanggup menjalin perjanjian dengan Sang Iblis.</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://ajaxsel.writeas.com/sang-nona-jahat-yang-baik-hati</guid>
      <pubDate>Tue, 20 Dec 2022 04:00:54 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Sang Tiran dan Putrinya</title>
      <link>https://ajaxsel.writeas.com/tak-ada-ruang-untuk-cinta-begitulah-pikir-sang-tiran?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[  Oh sekarang, menahan penderitaan ini. Layaknya hari di mana aku mengabaikan segala hal, rasa sakit ini kian tumbuh setiap hari. Di hadapanku tanpa henti, Deja Vu.&#xA;Dreamcatcher - Deja Vu&#xA;&#xA;---&#xA;&#xA;Richard Savasta telah meninggalkan rasa kepeduliannya di hari Istana Bellesea dilahap oleh lautan api. Hari itu ia bersumpah bahwa ia akan hidup untuk balas dendam dan membawa kehancuran untuk mereka yang telah menyakitinya. &#xA;&#xA;Namun, takdir memiliki rencana lain bagi Richard. &#xA;&#xA;Tanpa ia sadari, dirinya membuat sebuah kecerobohan. Sembilan bulan kemudian, kecerobohan itu melahirkan sosok bayi mungil di Istana Oakenfield—salah satu istana para selir. Sayangnya, Ibu dari sosok bayi itu telah tiada akibat melahirkan si mungil. &#xA;&#xA;Pertama kali Richard mengetahui bahwa dirinya telah menjadi seorang ayah, ia berpikir untuk menghapus anak tersebut dari dunia. Namun, ketika ia mengunjungi si bayi mungil tersebut, ia mengurungkan niatnya. Entah mengapa, tangannya tak bisa ia angkat untuk mengayunkan pedang kepada bayi tersebut. &#xA;&#xA;Richard tak ingin terlibat oleh anak tersebut, namun ia juga tidak sanggup untuk membunuh bayi tersebut. Ia tak ingin berhubungan dengan bayi mungil itu karena dirinya sadar bahwa ia tak bisa memberikan kasih sayang seorang ayah untuk anak tersebut. Dirinya hidup untuk balas dendam dan kehancuran—dan akan berlanjut hingga akhir hayatnya. &#xA;&#xA;Maka, pilihan yang Richard buat untuk si bayi mungil adalah meninggalkan anaknya di tangan para pelayan istana. Ia memilih sedikit pelayan untuk mengurus anak tersebut di salah satu istana yang cukup terisolasi. Setelahnya, ia lepas tangan akan nasib anak kecil tersebut.&#xA;&#xA;.&#xA;.&#xA;.&#xA;&#xA;Agatha Savasta. &#xA;&#xA;Bayi mungil itu Richard beri nama setelah enam bulan sejak kelahirannya. Entah apa yang merasukinya untuk memberi makhluk kecil itu nama, terlebih arti dari nama itu. &#xA;&#xA;Baik.&#xA;&#xA;Bayi mungil yang telah ditelantarkan kedua orang tuanya sejak lahir dan membawa kutukan para biadab dinamakan dengan arti &#34;baik&#34;. &#xA;&#xA;Benar-benar ironis. &#xA;&#xA;Mungkin, jauh di lubuk hati terdalam Richard, ia berharap bayi mungil itu mendapatkan suatu kebaikan dalam hidupnya—atau mungkin bayi itu akan tumbuh menjadi sosok yang baik, terlepas dari kutukan keluarganya. &#xA;&#xA;Tapi, tentu saja, hal itu mustahil. Karena, syarat pertama sebagai keturunan asli Savasta adalah penderitaan—dan, bayi mungil itu sudah merasakannya sejak ia dilahirkan.&#xA;&#xA;.&#xA;.&#xA;.&#xA;&#xA;Tiga tahun. &#xA;&#xA;Tiga tahun Richard mengabaikan bayi mungil itu, entah mengapa makhluk tersebut masih hidup. Sosoknya terlihat kurang gizi sebab ia membatasi kebutuhan pangan yang masuk ke dalam istana itu. Walaupun begitu, sosok bayi itu tumbuh menjadi gadis yang aktif dan serba ingin tahu. &#xA;&#xA;Richard mengembuskan napas kecil. &#xA;&#xA;Gadis malang, pikirnya, lebih baik kau tidak pernah lahir. Ibumu kejam sekali memaksamu untuk lahir.&#xA;&#xA;Ia terdiam. &#xA;&#xA;Ayahmu juga tidak becus merawatmu.&#xA;&#xA;Richard mengalihkan pandangannya ke arah lain, mencoba untuk tidak memikirkan eksistensi yang memiliki hubungan darah dengannya itu.&#xA;&#xA;.&#xA;.&#xA;.&#xA;&#xA;Richard, sejujurnya, bingung. &#xA;&#xA;Bayi mungil yang ia namakan Agatha itu entah bagaimana masih hidup hingga berumur 12 tahun. Lebih anehnya lagi, anak kecil ini tidak memiliki kebencian sedikit pun kepada Richard, melainkan selalu semangat untuk membantunya mengurus permasalahan kekaisaran. &#xA;&#xA;Tapi, Richard juga tidak merasakan rasa sayang dari sosok anak kecil itu. &#xA;&#xA;Agatha hanya peduli pada Kekaisaran Tarramonia saja—lebih tepatnya pada eksistensi Keluarga Savasta. Entah mengapa anak ini merasa bangga menjadi salah satu keturunan para biadab. &#xA;&#xA;Richard tidak tahu harus bagaimana menanggapi fakta ini. Tidak seperti anggota keluarga Savasta yang telah ia temui, kekaguman Agatah bisa dibilang... polos. Tidak ada rasa ingin menyingkirkan kaisar saat ini, ataupun menyiksa penduduk kekaisaran. Anak kecil ini hanya ingin melihat nama Savasta semakin dikenal dan dipuja. &#xA;&#xA;Akan tetapi, seorang Savasta tetaplah Savasta, bahkan niat baik sang putri tak akan bisa mengoreksi kutukan para biadab. &#xA;&#xA;Memang niat sang putri baik, namun caranya salah. Karena, entah bagaimana, Agatha menyebabkan lebih banyak kesengsaraan di tanah Tarramonia, sesuai dengan visi sang dewi yang telah mengutuk keturunan kekaisaran.&#xA;&#xA;.&#xA;.&#xA;.&#xA;&#xA;Richard sudah melihat pemberontakan akan terjadi dari jauh hari. Bahkan, bisa dibilang, Richard telah merencanakan pemberontakan dari rakyat Tarramonia sudah dari sebelum ia melakukan balas dendamnya. Ia sudah siap menyerahkan diri untuk dihukum oleh rakyatnya sendiri. Ia sudah siap mengakhiri semua hal yang berkaitan dengan Savasta dan membiarkan kekaisaran ini membuka lembaran baru dengan kebijakan yang lebih baik. &#xA;&#xA;Namun, satu hal yang tak Richard rencanakan adalah eksistensi Agatha. &#xA;&#xA;Melihat sang putri diseret oleh para pemberontak dan dipasung tepat di depan matanya membuat jantung Richard yang ia kira sudah mati membara panas. Dirinya memang telah menelantarkan anaknya begitu saja, tetapi putrinya tidak pantas menerima akhir seperti ini.&#xA;&#xA;Richard merasa bersalah.&#xA;&#xA;Bersalah karena tidak langsung membunuh bayi mungil itu saat itu juga; bersalah karena telah menelantarkan putrinya; bersalah karena telah menjadi orang tua yang tidak becus; bersalah karena Richard lah yang menyebabkan takdir tragis anaknya sendiri.&#xA;&#xA;.&#xA;.&#xA;.&#xA;&#xA;Apa kau ingin mengulang waktu kembali?&#xA;&#xA;Richard tak bisa melihat apa-apa. Ia merasa tubuhnya mengambang entah di mana. Namun, suara lembut nan anggun itu bergema di kepalanya, suara yang sangat familiar. &#xA;&#xA;&#34;Aleysha.&#34;&#xA;&#xA;Dewi Kehidupan, Aleysha.&#xA;&#xA;Dewi yang telah mengutuk keluarga sialan itu.  &#xA;&#xA;Benar, ini aku. Apa kau ingin mengulang waktu kembali?&#xA;&#xA;Richard terdiam. &#xA;&#xA;&#34;Apa maksudmu?&#34;&#xA;&#xA;Mengulang kembali waktu, mengirimmu ke masa lalu untuk mengubah masa depanmu.&#xA;&#xA;Richard tidak berkata apa-apa, sehingga sang dewi melanjutkan. &#xA;&#xA;Sebenarnya, Agatha ditakdirkan sebagai keturunan terakhir dari keluargamu. Takdir di mana keluarga kekaisaran runtuh merupakan takdir absolut yang tak bisa diganggu gugat.&#xA;&#xA;&#34;Lalu mengapa kau menawarkanku untuk kembali ke masa lalu?&#34;&#xA;&#xA;Karena aku pun tak ingin melihat keturunan dari sosok yang aku anugerahi hancur begitu saja. Terlebih putrimu terlahir dengan kekuatan yang dahsyat. Sayang sekali jika sosok sepertinya meninggal hanya karena Takdir telah menetapkan dirinya sebagai keturunan Savasta terakhir.&#xA;&#xA;&#34;Kau bilang takdir absolut tidak bisa diganggu gugat—&#34;&#xA;&#xA;Bukannya tidak bisa, tapi prosesnya panjang dan menyusahkan. Kau harus mengubah linimasa sekreatif mungkin hingga logikanya dapat sejalan dengan Takdir. Bagaimana, kau ingin mengulang waktumu kembali?&#xA;&#xA;.&#xA;.&#xA;.&#xA;&#xA;Dan di situlah Richard, berdiri menatap bayi mungil yang entah bagaimana sudah terlahir. &#xA;&#xA;&#34;Agatha,&#34; ia berkata, &#34;namanya mulai sekarang adalah Agatha Savasta.&#34;&#xA;&#xA;  End.&#xA;&#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><em>Oh sekarang, menahan penderitaan ini. Layaknya hari di mana aku mengabaikan segala hal, rasa sakit ini kian tumbuh setiap hari. Di hadapanku tanpa henti, Deja Vu.</em>
<a href="https://www.youtube.com/watch?v=gpcKU_Zjyh0" rel="nofollow"><strong>Dreamcatcher – Deja Vu</strong></a></p></blockquote>

<hr/>

<p>Richard Savasta telah meninggalkan rasa kepeduliannya di hari Istana Bellesea dilahap oleh lautan api. Hari itu ia bersumpah bahwa ia akan hidup untuk balas dendam dan membawa kehancuran untuk mereka yang telah menyakitinya.</p>

<p>Namun, takdir memiliki rencana lain bagi Richard.</p>

<p>Tanpa ia sadari, dirinya membuat sebuah kecerobohan. Sembilan bulan kemudian, kecerobohan itu melahirkan sosok bayi mungil di Istana Oakenfield—salah satu istana para selir. Sayangnya, Ibu dari sosok bayi itu telah tiada akibat melahirkan si mungil.</p>

<p>Pertama kali Richard mengetahui bahwa dirinya telah menjadi seorang ayah, ia berpikir untuk menghapus anak tersebut dari dunia. Namun, ketika ia mengunjungi si bayi mungil tersebut, ia mengurungkan niatnya. Entah mengapa, tangannya tak bisa ia angkat untuk mengayunkan pedang kepada bayi tersebut.</p>

<p>Richard tak ingin terlibat oleh anak tersebut, namun ia juga tidak sanggup untuk membunuh bayi tersebut. Ia tak ingin berhubungan dengan bayi mungil itu karena dirinya sadar bahwa ia tak bisa memberikan kasih sayang seorang ayah untuk anak tersebut. Dirinya hidup untuk balas dendam dan kehancuran—dan akan berlanjut hingga akhir hayatnya.</p>

<p>Maka, pilihan yang Richard buat untuk si bayi mungil adalah meninggalkan anaknya di tangan para pelayan istana. Ia memilih sedikit pelayan untuk mengurus anak tersebut di salah satu istana yang cukup terisolasi. Setelahnya, ia lepas tangan akan nasib anak kecil tersebut.</p>

<p>.
.
.</p>

<p>Agatha Savasta.</p>

<p>Bayi mungil itu Richard beri nama setelah enam bulan sejak kelahirannya. Entah apa yang merasukinya untuk memberi makhluk kecil itu nama, terlebih arti dari nama itu.</p>

<p><em>Baik.</em></p>

<p>Bayi mungil yang telah ditelantarkan kedua orang tuanya sejak lahir dan membawa kutukan para biadab dinamakan dengan arti “baik”.</p>

<p>Benar-benar ironis.</p>

<p>Mungkin, jauh di lubuk hati terdalam Richard, ia berharap bayi mungil itu mendapatkan suatu kebaikan dalam hidupnya—atau mungkin bayi itu akan tumbuh menjadi sosok yang baik, terlepas dari kutukan keluarganya.</p>

<p>Tapi, tentu saja, hal itu mustahil. Karena, syarat pertama sebagai keturunan asli Savasta adalah penderitaan—dan, bayi mungil itu sudah merasakannya sejak ia dilahirkan.</p>

<p>.
.
.</p>

<p>Tiga tahun.</p>

<p>Tiga tahun Richard mengabaikan bayi mungil itu, entah mengapa makhluk tersebut masih hidup. Sosoknya terlihat kurang gizi sebab ia membatasi kebutuhan pangan yang masuk ke dalam istana itu. Walaupun begitu, sosok bayi itu tumbuh menjadi gadis yang aktif dan serba ingin tahu.</p>

<p>Richard mengembuskan napas kecil.</p>

<p><em>Gadis malang,</em> pikirnya, <em>lebih baik kau tidak pernah lahir. Ibumu kejam sekali memaksamu untuk lahir.</em></p>

<p>Ia terdiam.</p>

<p><em>Ayahmu juga tidak becus merawatmu.</em></p>

<p>Richard mengalihkan pandangannya ke arah lain, mencoba untuk tidak memikirkan eksistensi yang memiliki hubungan darah dengannya itu.</p>

<p>.
.
.</p>

<p>Richard, sejujurnya, bingung.</p>

<p>Bayi mungil yang ia namakan Agatha itu entah bagaimana masih hidup hingga berumur 12 tahun. Lebih anehnya lagi, anak kecil ini tidak memiliki kebencian sedikit pun kepada Richard, melainkan selalu semangat untuk membantunya mengurus permasalahan kekaisaran.</p>

<p>Tapi, Richard juga tidak merasakan rasa sayang dari sosok anak kecil itu.</p>

<p>Agatha hanya peduli pada Kekaisaran Tarramonia saja—lebih tepatnya pada eksistensi Keluarga Savasta. Entah mengapa anak ini merasa bangga menjadi salah satu keturunan para biadab.</p>

<p>Richard tidak tahu harus bagaimana menanggapi fakta ini. Tidak seperti anggota keluarga Savasta yang telah ia temui, kekaguman Agatah bisa dibilang... polos. Tidak ada rasa ingin menyingkirkan kaisar saat ini, ataupun menyiksa penduduk kekaisaran. Anak kecil ini hanya ingin melihat nama Savasta semakin dikenal dan dipuja.</p>

<p>Akan tetapi, seorang Savasta tetaplah Savasta, bahkan niat baik sang putri tak akan bisa mengoreksi kutukan para biadab.</p>

<p>Memang niat sang putri baik, namun caranya salah. Karena, entah bagaimana, Agatha menyebabkan lebih banyak kesengsaraan di tanah Tarramonia, sesuai dengan visi sang dewi yang telah mengutuk keturunan kekaisaran.</p>

<p>.
.
.</p>

<p>Richard sudah melihat pemberontakan akan terjadi dari jauh hari. Bahkan, bisa dibilang, Richard telah merencanakan pemberontakan dari rakyat Tarramonia sudah dari sebelum ia melakukan balas dendamnya. Ia sudah siap menyerahkan diri untuk dihukum oleh rakyatnya sendiri. Ia sudah siap mengakhiri semua hal yang berkaitan dengan Savasta dan membiarkan kekaisaran ini membuka lembaran baru dengan kebijakan yang lebih baik.</p>

<p>Namun, satu hal yang tak Richard rencanakan adalah eksistensi Agatha.</p>

<p>Melihat sang putri diseret oleh para pemberontak dan dipasung tepat di depan matanya membuat jantung Richard yang ia kira sudah mati membara panas. Dirinya memang telah menelantarkan anaknya begitu saja, tetapi putrinya tidak pantas menerima akhir seperti ini.</p>

<p>Richard merasa bersalah.</p>

<p>Bersalah karena tidak langsung membunuh bayi mungil itu saat itu juga; bersalah karena telah menelantarkan putrinya; bersalah karena telah menjadi orang tua yang tidak becus; bersalah karena Richard lah yang menyebabkan takdir tragis anaknya sendiri.</p>

<p>.
.
.</p>

<p><em>Apa kau ingin mengulang waktu kembali?</em></p>

<p>Richard tak bisa melihat apa-apa. Ia merasa tubuhnya mengambang entah di mana. Namun, suara lembut nan anggun itu bergema di kepalanya, suara yang sangat familiar.</p>

<p>“Aleysha.”</p>

<p>Dewi Kehidupan, Aleysha.</p>

<p>Dewi yang telah mengutuk keluarga sialan itu.</p>

<p><em>Benar, ini aku. Apa kau ingin mengulang waktu kembali?</em></p>

<p>Richard terdiam.</p>

<p>“Apa maksudmu?”</p>

<p><em>Mengulang kembali waktu, mengirimmu ke masa lalu untuk mengubah masa depanmu.</em></p>

<p>Richard tidak berkata apa-apa, sehingga sang dewi melanjutkan.</p>

<p><em>Sebenarnya, Agatha ditakdirkan sebagai keturunan terakhir dari keluargamu. Takdir di mana keluarga kekaisaran runtuh merupakan takdir absolut yang tak bisa diganggu gugat.</em></p>

<p>“Lalu mengapa kau menawarkanku untuk kembali ke masa lalu?”</p>

<p><em>Karena aku pun tak ingin melihat keturunan dari sosok yang aku anugerahi hancur begitu saja. Terlebih putrimu terlahir dengan kekuatan yang dahsyat. Sayang sekali jika sosok sepertinya meninggal hanya karena Takdir telah menetapkan dirinya sebagai keturunan Savasta terakhir.</em></p>

<p>“Kau bilang takdir absolut tidak bisa diganggu gugat—”</p>

<p><em>Bukannya tidak bisa, tapi prosesnya panjang dan menyusahkan. Kau harus mengubah linimasa sekreatif mungkin hingga logikanya dapat sejalan dengan Takdir. Bagaimana, kau ingin mengulang waktumu kembali?</em></p>

<p>.
.
.</p>

<p>Dan di situlah Richard, berdiri menatap bayi mungil yang entah bagaimana sudah terlahir.</p>

<p>“Agatha,” ia berkata, “namanya mulai sekarang adalah Agatha Savasta.”</p>

<blockquote><p><strong><em>End.</em></strong></p></blockquote>
]]></content:encoded>
      <guid>https://ajaxsel.writeas.com/tak-ada-ruang-untuk-cinta-begitulah-pikir-sang-tiran</guid>
      <pubDate>Tue, 22 Feb 2022 21:10:10 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Godaan Sang Dewa Kegelapan</title>
      <link>https://ajaxsel.writeas.com/dewa-kegelapan-yang-ramah?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[---&#xA;&#xA;  &#34;Apakah kau ingin mengubah takdirmu?&#34; Sang Iblis membisikkan godaannya pada telinga Sang Putri Mahkota. &#xA;&#xA;Semua terjadi begitu cepat bagi Sang Putri Mahkota. Ia telah menyadari bibit-bibit pemberontakan itu, namun tak ia sangka bahwa hal itu akan terjadi secepat ini. Tahu-tahu ia sudah dipasung dihadapan warganya sendiri. Tak dapat dipungkiri bahwa Sang Putri merasa getir dengan kejadian tersebut. &#xA;&#xA;Ya, keluarganya merupakan orang-orang biadab yang haus darah. Walaupun begitu, kekaisaran selalu saja makmur, bukan? Selalu sejahtera, bukan? Kekaisaran Tarramonia berfungsi seperti itu, tunduk dalam perintah sang tiran. Semua hal yang telah ia lakukan adalah demi kelangsungan kekaisaran. Sang Putri Mahkota mungkin tidak peduli terhadap keluarganya, namun menjaga kelangsungan kekaisaran adalah tanggung jawabnya. &#xA;&#xA;Tak mungkin mereka yang memberontak akan berhasil memertahankan kemakmuran kekaisaran. Lagipula, mereka juga orang-orang tamak. Perbedaan antara para pemberontak dan keluarga kekaisaran hanyalah satu: Keluarga Savasta dianugerahi kekuatan langsung dari Dewi kebajikan, Aleysha. &#xA;&#xA;Namun sekarang tidak ada lagi jabatannya sebagai Nona Saintess maupun Putri Mahkota yang Jahat, tidak ada lagi Kekaisaran Tarramonia, maupun Empat Gereja yang menjaga kekaisaran. Hanya ada Agatha yang membuka matanya dan melihat langit-langit yang sangat asing. &#xA;&#xA;&#34;Selamat datang di dunia, Park Dahye.&#34;&#xA;&#xA;Ah, namanya Park Dahye sekarang.&#xA;&#xA;  Bagaimana bisa seorang Saintess tergoda oleh bisikan Sang Iblis? Bisa saja karena Nona Saintess adalah keturunan para biadab—jika diberi kesempatan untuk mengubah takdir, tentu saja akan diambilnya.&#xA;&#xA;Kehidupannya yang baru sangatlah unik. Teknologi, ilmu pengetahuan, bahkan bahasa dan budayanya berbanding balik dengan kehidupan sebelumnya. Di kehidupan kali ini ia juga belajar mengenai moral dan bagaimana cara membedakan perilaku buruk serta perilaku baik. &#xA;&#xA;Sejujurnya, Agatha sendiri—atau sekarang namanya Park Dahye—tidak terlalu peduli akan moral. Namun, senang rasanya mendapatkan pengetahuan baru bahwa kelakuannya selama ini merupakan perilaku buruk. &#xA;&#xA;Sedang menikmati waktu soremu, Agatha?&#xA;&#xA;Ah, iya. Makhluk ini—memanggil dirinya sebagai The Unknown God—sudah menggangguku sejak bayi. Iblis ini terus saja membisikkan godaan mengenai memberikan kekuatan cukup besar untuk mengubah takdir keluarga kekaisaran. &#xA;&#xA;&#34;Ya, jadi jangan ganggu aku.&#34;&#xA;&#xA;Penawarannya sangat menarik, Agatha akui. Diberikan kekuatan sangat besar hingga dapat memutar balik takdir yang seharusnya sudah mutlak? Agatha tentu saja menginginkannya. Namun, yang membisikkan godaan adalah dewa kegelapan, dengan peringkat yang tinggi juga. Memiliki kontrak dengan para dewa memang selalu ada risikonya, namun risiko membuat kontrak dengan seorang dewa kegelapan seratus kali jauh lebih tinggi. &#xA;&#xA;Bagaimana kalau aku memberimu waktu uji coba?&#xA;&#xA;&#34;Hah?&#34; &#xA;&#xA;Agatha mengernyitkan keningnya. Apalagi itu waktu uji coba? Semacam trial yang selalu diberikan perusahaan sebelum berlangganan aplikasi premium mereka, kah?&#xA;&#xA;Benar, semacam itu. Setelah kematianmu di kehidupan ini, aku akan membawamu kembali ke kehidupanmu sebelumnya, juga memberikan sedikit akses kekuatanku. Bagaimana, ingin mencobanya? Kau selalu bisa menolak berlangganan setelah uji coba, ya &#39;kan?&#xA;&#xA;Memang tidak ada wujudnya, namun Agatha menatap udara kosong di hadapannya, masih skeptis dengan ucapan sang dewa kegelapan itu. Entitas itu berkata Agatha selalu bisa menolak kontrak setelah uji coba, namun... apakah iya ia bisa menolak setelah merasakan kekuatan sangat dahsyat hingga dapat memutar balik waktu? &#xA;&#xA;Bagaimana, Putri Mahkota Kekaisaran Tarramonia?&#xA;&#xA;Agatha terdiam sebentar sebelum akhirnya menjawab. &#xA;&#xA;&#34;Aku akan menerima uji coba itu.&#34;&#xA;&#xA;  Risiko tinggi selalu mengikuti setiap perjanjian dengan Sang Iblis, namun Sang Nona tidak pernah menyesali keputusannya menjadi abdi dari kegelapan.&#xA;&#xA;Park Dahye meninggal diumur 30 karena gempa bumi dahsyat yang menghampiri kota di mana ia ditugaskan. Satu penyesalan bagi Park Dahye dari kehidupan itu adalah tak sempatnya ia mengucapkan selamat tinggal ke keluarganya. &#xA;&#xA;Dan, ketika ia membuka matanya kembali, ia sudah berubah menjadi anak berumur tiga tahun di sebuah kamar yang sangat mewah—kamar yang sangat familiar dengannya. &#xA;&#xA;Kamar Agatha Savasta. &#xA;&#xA;Selamat datang kembali di Kekaisaran Tarramonia, Putri Mahkota.&#xA;&#xA;&#34;Aku... benar-benar kembali?&#34; Sang Putri Mahkota tidak memercayai kenyataan itu. Ia diberi kesempatan untuk mengulang kembali kehidupannya dan melindungi keluarganya—tentu saja, kesempatan ini adalah masa uji coba yang diberikan Sang Iblis. &#xA;&#xA;Walaupun kau telah kembali, ada beberapa perubahan yang terjadi di linimasa ini.&#xA;&#xA;&#34;Perubahan?&#34; gumamnya bingung. Perubahan seperti apa? Apakah perubahan kecil atau perubahan besar? Apakah linimasa sekarang berbeda dengan linimasa kehidupan aslinya? &#xA;&#xA;Kau bukanlah satu-satunya yang kembali, Putri Mahkota.&#xA;&#xA;&#34;Eh?&#34;&#xA;&#xA;Belum sempat dijelaskan, pintu kamarnya dibuka dengan kasar oleh seseorang. Ketika Agatha menoleh, matanya terbuka lebar. Di daun pintu berdiri sosok sang Ayah dengan wajahnya yang mengerikan—Sang Tiran, Richard Savasta. &#xA;&#xA;&#34;Kenapa malah bengong?&#34; Sang Ayah mendekati putri kekaisaran itu, mengambilnya dengan menjumput kerah baju bagian belakangnya, &#34;malfungsi &#39;kah?&#34;&#xA;&#xA;Pelipis Agatha berkedut. Bisa-bisanya ia dikatai malfungsi, dikira dirinya mesin?! Lagipula, apa yang dilakukan Sang Kaisar di kamarnya? Tumbenan sekali manusia yang tidak peduli pada apapun kecuali hasratnya tiba-tiba berinteraksi dengan putrinya. &#xA;&#xA;Ayahmu juga kembali dengan kekuatan Dewi Kebajikan-mu, jauh sebelum waktu sekarang.&#xA;&#xA;Sang Putri Mahkota hanya bisa menganga mendengar fakta tersebut.&#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<hr/>

<blockquote><p><em>“Apakah kau ingin mengubah takdirmu?” Sang Iblis membisikkan godaannya pada telinga Sang Putri Mahkota.</em></p></blockquote>

<p>Semua terjadi begitu cepat bagi Sang Putri Mahkota. Ia telah menyadari bibit-bibit pemberontakan itu, namun tak ia sangka bahwa hal itu akan terjadi secepat ini. Tahu-tahu ia sudah dipasung dihadapan warganya sendiri. Tak dapat dipungkiri bahwa Sang Putri merasa getir dengan kejadian tersebut.</p>

<p>Ya, keluarganya merupakan orang-orang biadab yang haus darah. Walaupun begitu, kekaisaran selalu saja makmur, bukan? Selalu sejahtera, bukan? Kekaisaran Tarramonia berfungsi seperti itu, tunduk dalam perintah sang tiran. Semua hal yang telah ia lakukan adalah demi kelangsungan kekaisaran. Sang Putri Mahkota mungkin tidak peduli terhadap keluarganya, namun menjaga kelangsungan kekaisaran adalah tanggung jawabnya.</p>

<p>Tak mungkin mereka yang memberontak akan berhasil memertahankan kemakmuran kekaisaran. Lagipula, mereka juga orang-orang tamak. Perbedaan antara para pemberontak dan keluarga kekaisaran hanyalah satu: Keluarga Savasta dianugerahi kekuatan langsung dari Dewi kebajikan, Aleysha.</p>

<p>Namun sekarang tidak ada lagi jabatannya sebagai Nona Saintess maupun Putri Mahkota yang Jahat, tidak ada lagi Kekaisaran Tarramonia, maupun Empat Gereja yang menjaga kekaisaran. Hanya ada Agatha yang membuka matanya dan melihat langit-langit yang sangat asing.</p>

<p>“Selamat datang di dunia, Park Dahye.”</p>

<p>Ah, namanya Park Dahye sekarang.</p>

<blockquote><p><em>Bagaimana bisa seorang Saintess tergoda oleh bisikan Sang Iblis? Bisa saja karena Nona Saintess adalah keturunan para biadab—jika diberi kesempatan untuk mengubah takdir, tentu saja akan diambilnya.</em></p></blockquote>

<p>Kehidupannya yang baru sangatlah unik. Teknologi, ilmu pengetahuan, bahkan bahasa dan budayanya berbanding balik dengan kehidupan sebelumnya. Di kehidupan kali ini ia juga belajar mengenai moral dan bagaimana cara membedakan perilaku buruk serta perilaku baik.</p>

<p>Sejujurnya, Agatha sendiri—atau sekarang namanya Park Dahye—tidak terlalu peduli akan moral. Namun, senang rasanya mendapatkan pengetahuan baru bahwa kelakuannya selama ini merupakan perilaku buruk.</p>

<p><em>Sedang menikmati waktu soremu, Agatha?</em></p>

<p>Ah, iya. Makhluk ini—memanggil dirinya sebagai The Unknown God—sudah menggangguku sejak bayi. Iblis ini terus saja membisikkan godaan mengenai memberikan kekuatan cukup besar untuk mengubah takdir keluarga kekaisaran.</p>

<p>“Ya, jadi jangan ganggu aku.”</p>

<p>Penawarannya sangat menarik, Agatha akui. Diberikan kekuatan sangat besar hingga dapat memutar balik takdir yang seharusnya sudah mutlak? Agatha tentu saja menginginkannya. Namun, yang membisikkan godaan adalah dewa kegelapan, dengan peringkat yang tinggi juga. Memiliki kontrak dengan para dewa memang selalu ada risikonya, namun risiko membuat kontrak dengan seorang dewa kegelapan seratus kali jauh lebih tinggi.</p>

<p><em>Bagaimana kalau aku memberimu waktu uji coba?</em></p>

<p>“Hah?”</p>

<p>Agatha mengernyitkan keningnya. Apalagi itu waktu uji coba? Semacam <em>trial</em> yang selalu diberikan perusahaan sebelum berlangganan aplikasi premium mereka, kah?</p>

<p><em>Benar, semacam itu. Setelah kematianmu di kehidupan ini, aku akan membawamu kembali ke kehidupanmu sebelumnya, juga memberikan sedikit akses kekuatanku. Bagaimana, ingin mencobanya? Kau selalu bisa menolak berlangganan setelah uji coba, ya &#39;kan?</em></p>

<p>Memang tidak ada wujudnya, namun Agatha menatap udara kosong di hadapannya, masih skeptis dengan ucapan sang dewa kegelapan itu. Entitas itu berkata Agatha selalu bisa menolak kontrak setelah uji coba, namun... apakah iya ia bisa menolak setelah merasakan kekuatan sangat dahsyat hingga dapat memutar balik waktu?</p>

<p><em>Bagaimana, Putri Mahkota Kekaisaran Tarramonia?</em></p>

<p>Agatha terdiam sebentar sebelum akhirnya menjawab.</p>

<p>“Aku akan menerima uji coba itu.”</p>

<blockquote><p><em>Risiko tinggi selalu mengikuti setiap perjanjian dengan Sang Iblis, namun Sang Nona tidak pernah menyesali keputusannya menjadi abdi dari kegelapan.</em></p></blockquote>

<p>Park Dahye meninggal diumur 30 karena gempa bumi dahsyat yang menghampiri kota di mana ia ditugaskan. Satu penyesalan bagi Park Dahye dari kehidupan itu adalah tak sempatnya ia mengucapkan selamat tinggal ke keluarganya.</p>

<p>Dan, ketika ia membuka matanya kembali, ia sudah berubah menjadi anak berumur tiga tahun di sebuah kamar yang sangat mewah—kamar yang sangat familiar dengannya.</p>

<p>Kamar Agatha Savasta.</p>

<p><em>Selamat datang kembali di Kekaisaran Tarramonia, Putri Mahkota.</em></p>

<p>“Aku... benar-benar kembali?” Sang Putri Mahkota tidak memercayai kenyataan itu. Ia diberi kesempatan untuk mengulang kembali kehidupannya dan melindungi keluarganya—tentu saja, kesempatan ini adalah masa uji coba yang diberikan Sang Iblis.</p>

<p><em>Walaupun kau telah kembali, ada beberapa perubahan yang terjadi di linimasa ini.</em></p>

<p>“Perubahan?” gumamnya bingung. Perubahan seperti apa? Apakah perubahan kecil atau perubahan besar? Apakah linimasa sekarang berbeda dengan linimasa kehidupan aslinya?</p>

<p><em>Kau bukanlah satu-satunya yang kembali, Putri Mahkota.</em></p>

<p>“Eh?”</p>

<p>Belum sempat dijelaskan, pintu kamarnya dibuka dengan kasar oleh seseorang. Ketika Agatha menoleh, matanya terbuka lebar. Di daun pintu berdiri sosok sang Ayah dengan wajahnya yang mengerikan—Sang Tiran, Richard Savasta.</p>

<p>“Kenapa malah bengong?” Sang Ayah mendekati putri kekaisaran itu, mengambilnya dengan menjumput kerah baju bagian belakangnya, “malfungsi &#39;kah?”</p>

<p>Pelipis Agatha berkedut. Bisa-bisanya ia dikatai malfungsi, dikira dirinya mesin?! Lagipula, apa yang dilakukan Sang Kaisar di kamarnya? Tumbenan sekali manusia yang tidak peduli pada apapun kecuali hasratnya tiba-tiba berinteraksi dengan putrinya.</p>

<p><em>Ayahmu juga kembali dengan kekuatan Dewi Kebajikan-mu, jauh sebelum waktu sekarang.</em></p>

<p>Sang Putri Mahkota hanya bisa menganga mendengar fakta tersebut.</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://ajaxsel.writeas.com/dewa-kegelapan-yang-ramah</guid>
      <pubDate>Tue, 22 Feb 2022 19:59:24 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Para Penjaga Kekaisaran</title>
      <link>https://ajaxsel.writeas.com/para-penjaga-kekaisaran?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[---&#xA;&#xA;  Ia yang menebarkan kenakalan, Scorpio &#xA;&#xA;Makhluk itu memanggil dirinya Scorpio. Ia senang mengambil wujud laki-laki berusia awal 30-an yang tampangnya urakan, layaknya para preman di pasar. Makhluk itu sangat senang bermain lelucon pada orang lain, juga menjahili warga sekitar. Ia selalu menarik perhatian mereka berhati gelap dan memberikan mereka secercah kesempatan untuk memenuhi kegelapan hati tersebut. Namun, tak jarang juga, orang-orang yang masuk kategori kriminal itu melindungi kekaisaran ini. Kalau boleh jujur, rasanya cukup aneh memiliki salah satu dewa kegelapan yang menggiatkan kegiatan kriminal pada pengikutnya menjadi salah satu agama yang diakui kekaisaran. Namun, apa boleh buat, kaisar dari kekaisaran ini juga seorang tiran sejak pertama kali didirikan.&#xA;&#xA;  Ia yang penuh dengan kelicikan, Nova.&#xA;&#xA;Makhluk lain yang termasuk dalam kategori dewa kegelapan, kurasa ia lebih baik dari Scorpio. Makhluk itu selalu mengambil wujud wanita dengan tubuh elok dan memancarkan aura seksual—ia memanggil dirinya Nova. Makhluk itu selalu menarik perhatian para pria yang tak bisa menahan napsu mereka, para wanita yang selalu merasa iri dengki dan terbutakan oleh hasrat cinta, serta mereka yang memiliki ketamakan dalam diri mereka. Walaupun licik, makhluk itu tahu kapan harus berhenti, membuatnya menjadi lebih sedikit kusukai. Aku rasa gereja miliknya juga menambahkan poin kesukaanku karena gereja-gerejanya selalu menawan. &#xA;&#xA;  Ia yang memberikan kebijaksanaan, Pyro.&#xA;&#xA;Aku selalu bertanya-tanya mengapa Pyro bukanlah dewa utama diantara keempat dewa yang ada di kekaisaran. Makhluk itu jatuh ke dalam kategori dewa cahaya, penuh dengan wawasan dan kebijaksanaan. Makhluk itu selalu terorganisir dan memiliki tujuan yang jelas. Kurasa itu salah satu mengapa Pyro memiliki pengikut paling banyak di kekaisaran. Namun sayangnya, ia merupakan peringkat dua diantara keempat dewa yang ada di kekaisaran. Gereja Pyro memang cocok untuk menjadi agama utama suatu negara. Namun, jika disandingkan dengan keluarga kekaisaran ini, Pyro sama sekali tidak cocok. Makhluk itu menarik perhatian mereka yang berhati lemah lembut dan penuh dengan kebenaran. Sebagai kekaisaran yang dipimpin oleh para biadab, Pyro cukup jadi penasehat kekaisaran saja.&#xA;&#xA;  Lalu, Ia yang dikenal sebagai Dewi Kebajikan, Aleysha.&#xA;&#xA;Dewi Kebajikan yang memberikan anugerah kepada para biadab, apa tidak membuatmu bertanya-tanya isi otak dewi satu ini?&#xA;&#xA;Pengikutnya memang kurang dari Pyro, namun mereka yang mengikuti jejak Aleysha sangatlah loyal—seperti dicuciotaknya untuk mengikuti arahan dewi yang tidak jelas ini. &#xA;&#xA;Makhluk yang termasuk dalam kategori dewa cahaya, namun memiliki ketertarikan dalam kesengsaraan, penderitaan, pertumpahan darah, dan perang. &#xA;&#xA;Aneh sekali. &#xA;&#xA;Aleysha juga merupakan dewi yang sangat kacau, layaknya seorang anak kecil yang tiba-tiba disuruh orang tuanya untuk memimpin sebuah organisasi. Aku selalu dibuat pusing dengan tingkah lakunya yang kekanak-kanakan, tidak ada wibawa-wibawanya. Terlebih makhluk itu sering menangis dan meraung di dalam kepalaku—apa tidak meledak kepala kecilku itu. &#xA;&#xA;Makhluk itu terlalu banyak memiliki bendera merah. Berkali-kali aku bertanya bagaimana makhluk itu masuk kategori dewa cahaya dan tidak masuk ke kategori dewa kegelapan. &#xA;&#xA;Walaupun begitu, harus kuakui kekuatan Aleysha seratus kali lebih besar dibandingkan ketiga dewa lainnya yang berada di kekaisaran. Tak hanya itu, Sang Dewi Kebajikan sangat menyayangi para pengikutnya, terutama mereka yang ia anggap sebagai anak sendiri, karena ia akan melakukan hal-hal diluar nalar untuk membahagiakan anak-anaknya. &#xA;&#xA;Ah... sebagai keturunan para biadab yang dianugerahi kekuatan Aleysha dan menjadi Nona Saintess, tentu saja aku pengikut loyal Dewi Kebajikan ini. &#xA;&#xA;Tetapi, tidak akan mengubah pemikiranku kalau dewi ini sangat susah untuk diurus. ]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<hr/>

<blockquote><p><em>Ia yang menebarkan kenakalan, Scorpio</em></p></blockquote>

<p>Makhluk itu memanggil dirinya <em>Scorpio</em>. Ia senang mengambil wujud laki-laki berusia awal 30-an yang tampangnya urakan, layaknya para preman di pasar. Makhluk itu sangat senang bermain lelucon pada orang lain, juga menjahili warga sekitar. Ia selalu menarik perhatian mereka berhati gelap dan memberikan mereka secercah kesempatan untuk memenuhi kegelapan hati tersebut. Namun, tak jarang juga, orang-orang yang masuk kategori kriminal itu melindungi kekaisaran ini. Kalau boleh jujur, rasanya cukup aneh memiliki salah satu dewa kegelapan yang menggiatkan kegiatan kriminal pada pengikutnya menjadi salah satu agama yang diakui kekaisaran. Namun, apa boleh buat, kaisar dari kekaisaran ini juga seorang tiran sejak pertama kali didirikan.</p>

<blockquote><p><em>Ia yang penuh dengan kelicikan, Nova.</em></p></blockquote>

<p>Makhluk lain yang termasuk dalam kategori dewa kegelapan, kurasa ia lebih baik dari Scorpio. Makhluk itu selalu mengambil wujud wanita dengan tubuh elok dan memancarkan aura seksual—ia memanggil dirinya Nova. Makhluk itu selalu menarik perhatian para pria yang tak bisa menahan napsu mereka, para wanita yang selalu merasa iri dengki dan terbutakan oleh hasrat cinta, serta mereka yang memiliki ketamakan dalam diri mereka. Walaupun licik, makhluk itu tahu kapan harus berhenti, membuatnya menjadi lebih sedikit kusukai. Aku rasa gereja miliknya juga menambahkan poin kesukaanku karena gereja-gerejanya selalu menawan.</p>

<blockquote><p><em>Ia yang memberikan kebijaksanaan, Pyro.</em></p></blockquote>

<p>Aku selalu bertanya-tanya mengapa Pyro bukanlah dewa utama diantara keempat dewa yang ada di kekaisaran. Makhluk itu jatuh ke dalam kategori dewa cahaya, penuh dengan wawasan dan kebijaksanaan. Makhluk itu selalu terorganisir dan memiliki tujuan yang jelas. Kurasa itu salah satu mengapa Pyro memiliki pengikut paling banyak di kekaisaran. Namun sayangnya, ia merupakan peringkat dua diantara keempat dewa yang ada di kekaisaran. Gereja Pyro memang cocok untuk menjadi agama utama suatu negara. Namun, jika disandingkan dengan keluarga kekaisaran ini, Pyro sama sekali tidak cocok. Makhluk itu menarik perhatian mereka yang berhati lemah lembut dan penuh dengan kebenaran. Sebagai kekaisaran yang dipimpin oleh para biadab, Pyro cukup jadi penasehat kekaisaran saja.</p>

<blockquote><p><em>Lalu, Ia yang dikenal sebagai Dewi Kebajikan, Aleysha.</em></p></blockquote>

<p>Dewi Kebajikan yang memberikan anugerah kepada para biadab, apa tidak membuatmu bertanya-tanya isi otak dewi satu ini?</p>

<p>Pengikutnya memang kurang dari Pyro, namun mereka yang mengikuti jejak Aleysha sangatlah loyal—seperti dicuciotaknya untuk mengikuti arahan dewi yang tidak jelas ini.</p>

<p>Makhluk yang termasuk dalam kategori dewa cahaya, namun memiliki ketertarikan dalam kesengsaraan, penderitaan, pertumpahan darah, dan perang.</p>

<p>Aneh sekali.</p>

<p>Aleysha juga merupakan dewi yang sangat kacau, layaknya seorang anak kecil yang tiba-tiba disuruh orang tuanya untuk memimpin sebuah organisasi. Aku selalu dibuat pusing dengan tingkah lakunya yang kekanak-kanakan, tidak ada wibawa-wibawanya. Terlebih makhluk itu sering menangis dan meraung di dalam kepalaku—apa tidak meledak kepala kecilku itu.</p>

<p>Makhluk itu terlalu banyak memiliki bendera merah. Berkali-kali aku bertanya bagaimana makhluk itu masuk kategori dewa cahaya dan tidak masuk ke kategori dewa kegelapan.</p>

<p>Walaupun begitu, harus kuakui kekuatan Aleysha seratus kali lebih besar dibandingkan ketiga dewa lainnya yang berada di kekaisaran. Tak hanya itu, Sang Dewi Kebajikan sangat menyayangi para pengikutnya, terutama mereka yang ia anggap sebagai anak sendiri, karena ia akan melakukan hal-hal diluar nalar untuk membahagiakan anak-anaknya.</p>

<p>Ah... sebagai keturunan para biadab yang dianugerahi kekuatan Aleysha dan menjadi Nona Saintess, tentu saja aku pengikut loyal Dewi Kebajikan ini.</p>

<p>Tetapi, tidak akan mengubah pemikiranku kalau dewi ini sangat susah untuk diurus.</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://ajaxsel.writeas.com/para-penjaga-kekaisaran</guid>
      <pubDate>Tue, 22 Feb 2022 19:46:11 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Putra Mahkota yang Seharusnya Tidak Nyata</title>
      <link>https://ajaxsel.writeas.com/putra-mahkota-yang-seharusnya-tidak-nyata?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[George Savasta&#xA;&#xA;---&#xA;&#xA;  Para biadab hanya memiliki satu akhir: kesengsaraan; layaknya sebuah tradisi sejak zaman nenek moyang. &#xA;&#xA;Sejak lahir, aku sudah didambakan menjadi Putra Mahkota untuk Kekaisaran Tarramonia. Ibunda mengajarkanku etika dan pengetahuan seputar kekaisaran. Ayahanda mendidikku untuk menjadi pemimpin yang mengayomi rakyatnya, namun dapat bertindak tegas jika dihadapi oleh pilihan sulit. Serta adik perempuanku yang entah bagaimana memiliki pengetahuan luas mengenai serba-serbi kekaisaran—mulai dari harga standar pasar hingga skandal Perdana Menteri. &#xA;&#xA;Aku telah dilatih untuk menjadi kaisar selanjutnya sejak kecil. &#xA;&#xA;Namun, pada hari yang tak terlupakan itu, ketika aku sedang mengunjungi Katedral Utama, Dewi Kebajikan menghampiriku dan memberikan sebuah penawaran:&#xA;&#xA;&#34;Apakah kamu ingin melihat kebenaran tentang dirimu?&#34;&#xA;&#xA;Penawaran yang aneh bagi seorang Dewi Kebajikan, jadi aku menolaknya. Akan tetapi, setelah hari-hari berlalu, ucapan Sang Dewi Kebajikan tetap terngiang di dalam kepalaku. Akhirnya, aku kembali ke dalam Katedral Utama. &#xA;&#xA;&#34;Apakah kamu sudah ingin melihat kebenarannya?&#34;&#xA;&#xA;Sang Dewi Kebajikan kembali memberikanku penawaran.&#xA;&#xA;  Namun, terkadang muncul para biadab yang diluar nalar. Dua insan yang dikasihi Dewi Kebajikan, mereka menciptakan sesuatu yang seharusnya tidak ada.&#xA;&#xA;Memori. &#xA;&#xA;Dewi Kebajikan memberikanku memori. &#xA;&#xA;Aku melihat Ayahanda dan Adik Perempuanku di memori pertama. Namun, tidak ada Ibunda, para selir, maupun orang-orang yang sudah kukenal sejak lahir. Hanya ada Ayahanda dan Adik Perempuanku yang terlihat sedang berperang demi kelangsungan keluarga kekaisaran—namun keduanya gagal. &#xA;&#xA;Diriku yang kaget melihat kematian kedua anggota keluarga yang sangat berharga bagiku, bertanya pada Dewi Kebajikan, &#34;Memori apa ini?&#34;&#xA;&#xA;Sang Dewi tersenyum sedih, &#34;Takdir yang seharusnya terjadi.&#34;&#xA;&#xA;Memori kedua yang diberikan tidak jauh berbeda dengan memori pertama, hanya saja di memori kedua, lebih banyak orang yang aku kenal muncul, juga hubungan Sang Ayahanda serta Adik Perempuanku tidak secanggung memori pertama. Namun, lagi-lagi keduanya dibantai dengan sadis. &#xA;&#xA;&#34;Kenapa kau menunjukkan ini padaku?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Tetaplah lihat dan kau akan tahu.&#34;&#xA;&#xA;Aku melanjutkan melihat isi memori ketiga. Memori kali ini cukup berbeda karena Ayahanda terlihat seperti sosok Ayah yang penyayang... juga beliau memiliki empat anak, termasuk aku salah satunya, George Savasta sebagai anak ketiga yang lahir dari salah satu selir Sang Kaisar. Aku melihat perkembangan kekaisaran menjadi lebih subur dan makmur, masyarakatnya juga sejahtera—berbanding balik dengan dua memori sebelumnya. Namun, naas, memori itu berakhir dengan tragedi kembali—kali ini tragedinya terlalu menyakitkan hingga diriku meringis. Rasanya seperti menaiki tangga yang sangat tinggi, hanya satu langkah saja untuk sampai ke tempat tujuan, namun kamu malah terjatuh. &#xA;&#xA;&#34;Kehidupan itulah yang mengubah segalanya.&#34;&#xA;&#xA;Pernyataan Sang Dewi membuatku bingung, &#34;Mengubah apa?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Kunci untuk menyelamatkan keluarga kekaisaran,&#34; jawab Dewi Kebajikan, beliau tersenyum pahit, &#34;Richard dan Agatha sadar untuk melindungi kekaisaran serta keluarganya, mereka harus menciptakan sesuatu yang berbeda dari apa yang ditentukan oleh takdir.&#34;&#xA;&#xA;Kekuatan Sang Dewi berterbangan di udara, mengelilingi tubuhku. Aku merasa tidak nyaman, selain karena kekuatan Sang Dewi yang seakan meresap dalam tubuhku, informasi yang diberikan terasa sangat... sakral. &#xA;&#xA;&#34;Mereka memilih untuk menciptakanmu di kehidupan sekarang,&#34; Sang Dewi menatapku dengan senyuman yang terlihat hangat, namun dingin disaat yang bersamaan, &#34;Kau akan menjadi penyelamat Keluarga Savasta—keturunan para biadab yang tidak seperti keturunan sebelumnya.&#34;&#xA;&#xA;Aku...&#xA;&#xA;... Sama sekali tidak mengerti apa yang terjadi.&#xA;&#xA;  Eksistensi yang seharusnya tidak pernah ada, diciptakan oleh dua insan itu, demi kelangsungan keluarga kekaisaran para biadab. Seorang keturunan biadab yang tidak seperti seorang biadab. Seorang keturunan yang akan membawa era baru.&#xA;&#xA;Aku merupakan eksistensi yang seharusnya tidak pernah ada. &#xA;&#xA;Pada takdir yang telah ditentukan, Keluarga Savasta seharusnya berakhir dengan Richard dan Agatha, Ayahanda dan Adik Perempuanku. Namun, keturunan para biadab memang sering tak masuk akal, terlebih Ayahanda dan Adik Perempuanku. Keduanya meminjam kekuatan para dewa untuk mengulang linimasa demi melindungi keluarga biadab ini. Dengan mengulang linimasa, keduanya menemukan kunci untuk menjaga kelangsungan Keluarga Savasta:&#xA;&#xA;Dengan menciptakan seorang keturunan yang tidak seperti keturunan para biadab lainnya. &#xA;&#xA;Seseorang yang tidak akan merasakan kesengsaraan, iri dengki, dan balas dendam. Seseorang yang tidak akan merasakan haus darah maupun keinginan untuk menyakiti orang lain. Seseorang yang akan menjadi pemimpin yang dermawan dan dicintai oleh seluruh rakyatnya. &#xA;&#xA;Mereka menciptakan aku, George Savasta, yang seharusnya tidak pernah ada di dunia ini. &#xA;&#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p><img src="https://pbs.twimg.com/media/FMMk9k6acAI0nUL?format=jpg&amp;name=900x900" alt="George Savasta"/></p>

<hr/>

<blockquote><p><em>Para biadab hanya memiliki satu akhir: kesengsaraan; layaknya sebuah tradisi sejak zaman nenek moyang.</em></p></blockquote>

<p>Sejak lahir, aku sudah didambakan menjadi Putra Mahkota untuk Kekaisaran Tarramonia. Ibunda mengajarkanku etika dan pengetahuan seputar kekaisaran. Ayahanda mendidikku untuk menjadi pemimpin yang mengayomi rakyatnya, namun dapat bertindak tegas jika dihadapi oleh pilihan sulit. Serta adik perempuanku yang entah bagaimana memiliki pengetahuan luas mengenai serba-serbi kekaisaran—mulai dari harga standar pasar hingga skandal Perdana Menteri.</p>

<p>Aku telah dilatih untuk menjadi kaisar selanjutnya sejak kecil.</p>

<p>Namun, pada hari yang tak terlupakan itu, ketika aku sedang mengunjungi Katedral Utama, Dewi Kebajikan menghampiriku dan memberikan sebuah penawaran:</p>

<p><em>“Apakah kamu ingin melihat kebenaran tentang dirimu?”</em></p>

<p>Penawaran yang aneh bagi seorang Dewi Kebajikan, jadi aku menolaknya. Akan tetapi, setelah hari-hari berlalu, ucapan Sang Dewi Kebajikan tetap terngiang di dalam kepalaku. Akhirnya, aku kembali ke dalam Katedral Utama.</p>

<p><em>“Apakah kamu sudah ingin melihat kebenarannya?”</em></p>

<p>Sang Dewi Kebajikan kembali memberikanku penawaran.</p>

<blockquote><p><em>Namun, terkadang muncul para biadab yang diluar nalar. Dua insan yang dikasihi Dewi Kebajikan, mereka menciptakan sesuatu yang seharusnya tidak ada.</em></p></blockquote>

<p>Memori.</p>

<p>Dewi Kebajikan memberikanku memori.</p>

<p>Aku melihat Ayahanda dan Adik Perempuanku di memori pertama. Namun, tidak ada Ibunda, para selir, maupun orang-orang yang sudah kukenal sejak lahir. Hanya ada Ayahanda dan Adik Perempuanku yang terlihat sedang berperang demi kelangsungan keluarga kekaisaran—namun keduanya gagal.</p>

<p>Diriku yang kaget melihat kematian kedua anggota keluarga yang sangat berharga bagiku, bertanya pada Dewi Kebajikan, “Memori apa ini?”</p>

<p>Sang Dewi tersenyum sedih, <em>“Takdir yang seharusnya terjadi.”</em></p>

<p>Memori kedua yang diberikan tidak jauh berbeda dengan memori pertama, hanya saja di memori kedua, lebih banyak orang yang aku kenal muncul, juga hubungan Sang Ayahanda serta Adik Perempuanku tidak secanggung memori pertama. Namun, lagi-lagi keduanya dibantai dengan sadis.</p>

<p>“Kenapa kau menunjukkan ini padaku?”</p>

<p><em>“Tetaplah lihat dan kau akan tahu.”</em></p>

<p>Aku melanjutkan melihat isi memori ketiga. Memori kali ini cukup berbeda karena Ayahanda terlihat seperti sosok Ayah yang penyayang... juga beliau memiliki empat anak, termasuk aku salah satunya, George Savasta sebagai anak ketiga yang lahir dari salah satu selir Sang Kaisar. Aku melihat perkembangan kekaisaran menjadi lebih subur dan makmur, masyarakatnya juga sejahtera—berbanding balik dengan dua memori sebelumnya. Namun, naas, memori itu berakhir dengan tragedi kembali—kali ini tragedinya terlalu menyakitkan hingga diriku meringis. Rasanya seperti menaiki tangga yang sangat tinggi, hanya satu langkah saja untuk sampai ke tempat tujuan, namun kamu malah terjatuh.</p>

<p><em>“Kehidupan itulah yang mengubah segalanya.”</em></p>

<p>Pernyataan Sang Dewi membuatku bingung, “Mengubah apa?”</p>

<p><em>“Kunci untuk menyelamatkan keluarga kekaisaran,”</em> jawab Dewi Kebajikan, beliau tersenyum pahit, <em>“Richard dan Agatha sadar untuk melindungi kekaisaran serta keluarganya, mereka harus menciptakan sesuatu yang berbeda dari apa yang ditentukan oleh takdir.”</em></p>

<p>Kekuatan Sang Dewi berterbangan di udara, mengelilingi tubuhku. Aku merasa tidak nyaman, selain karena kekuatan Sang Dewi yang seakan meresap dalam tubuhku, informasi yang diberikan terasa sangat... sakral.</p>

<p><em>“Mereka memilih untuk menciptakanmu di kehidupan sekarang,”</em> Sang Dewi menatapku dengan senyuman yang terlihat hangat, namun dingin disaat yang bersamaan, <em>“Kau akan menjadi penyelamat Keluarga Savasta—keturunan para biadab yang tidak seperti keturunan sebelumnya.”</em></p>

<p>Aku...</p>

<p>... Sama sekali tidak mengerti apa yang terjadi.</p>

<blockquote><p><em>Eksistensi yang seharusnya tidak pernah ada, diciptakan oleh dua insan itu, demi kelangsungan keluarga kekaisaran para biadab. Seorang keturunan biadab yang tidak seperti seorang biadab. Seorang keturunan yang akan membawa era baru.</em></p></blockquote>

<p>Aku merupakan eksistensi yang seharusnya tidak pernah ada.</p>

<p>Pada takdir yang telah ditentukan, Keluarga Savasta seharusnya berakhir dengan Richard dan Agatha, Ayahanda dan Adik Perempuanku. Namun, keturunan para biadab memang sering tak masuk akal, terlebih Ayahanda dan Adik Perempuanku. Keduanya meminjam kekuatan para dewa untuk mengulang linimasa demi melindungi keluarga biadab ini. Dengan mengulang linimasa, keduanya menemukan kunci untuk menjaga kelangsungan Keluarga Savasta:</p>

<p>Dengan menciptakan seorang keturunan yang tidak seperti keturunan para biadab lainnya.</p>

<p>Seseorang yang tidak akan merasakan kesengsaraan, iri dengki, dan balas dendam. Seseorang yang tidak akan merasakan haus darah maupun keinginan untuk menyakiti orang lain. Seseorang yang akan menjadi pemimpin yang dermawan dan dicintai oleh seluruh rakyatnya.</p>

<p>Mereka menciptakan aku, George Savasta, yang seharusnya tidak pernah ada di dunia ini.</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://ajaxsel.writeas.com/putra-mahkota-yang-seharusnya-tidak-nyata</guid>
      <pubDate>Tue, 22 Feb 2022 11:51:49 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Sang Tiran dari Tarramonia</title>
      <link>https://ajaxsel.writeas.com/sang-tiran-dari-tarramonia?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[Richard Savasta&#xA;&#xA;---&#xA;&#xA;  Terlahir dengan jiwa sesuci apapun, mereka tetaplah keturunan para biadab. &#xA;&#xA;Kelahiran anak itu berjalan dengan lancar, untungnya. Putra bungsu Kaisar pada masa itu, terlahir dari selir kedua yang terkenal dengan kecantikannya. Surai hitam pekat dan mata sehijau zamrud, karakteristik khas keturunan keluarga terkuat di Kekaisaran Tarramonia. &#xA;&#xA;Diberikan nama Richard oleh Sang Ibunda, sejujurnya tidak ada harapan agar sang anak menjadi penerus takhta selanjutnya. Sang Ibunda hanya tak sengaja melihat nama tersebut dan menyukai pelafalannya. &#xA;&#xA;Tumbuh terkunci di Istana Bellesea, kehidupan Richard kecil tidak sesuram yang dibayangkan. Ya, kebebasannya dibatasi, namun itu tidak masalah bagi sang bungsu. Asalkan ia bisa bersama Sang Ibunda, bahagia dan tertawa bersamanya, Richard tidak masalah. &#xA;&#xA;Sayang sekali bagi Richard kecil, keturunan para biadab tidak akan bisa bahagia seperti yang diimpikan. &#xA;&#xA;  Tragedi adalah makanan sehari-hari para biadab. Semua keturunannya akan merasakan kesengsaraan tiada batas.&#xA;&#xA;Semua kisah menyedihkan diawali dengan kematian seseorang yang dicintai, begitu juga dengan kisah Richard. &#xA;&#xA;Istana Bellesea yang sudah terisolasi dari dunia luar menjadi lautan api dalam sekejap, tak meninggalkan satu pun penyintas kecuali sang pangeran kecil. Para penyelidik berkata bahwa penyebab kebakaran adalah api unggun yang sudah tua. Namun, dari sudut mana pun juga, kebakaran di kediaman selir kedua sangatlah aneh. Tidak ada satu pun barang yang malfungsi di istana tersebut, Richard yakin akan hal itu. Maka tragedi ini merupakan ulah seseorang. &#xA;&#xA;&#34;Oh, masih hidup ternyata?&#34;&#xA;&#xA;Wanita itu sangatlah tamak. Menciptakan celaka di balik layar hanya karena sebuah ancaman kecil—yang nyatanya tidak akan pernah menjadi ancaman jika tidak diprovokasi. &#xA;&#xA;Menghapus jejaknya demi anaknya menjadi putra mahkota? Lelucon yang sangat lucu. &#xA;&#xA;Richard dan Sang Ibunda hanya berdiam diri di Istana Bellesea. Mereka bahkan diawasi sangat ketat dan tidak diperbolehkan untuk keluar sembarangan. Menjadi putra mahkota hanyalah angan-angan. Jika pun Richard menjadi salah satu kandidat, ia akan dengan senang hati melepaskan kesempatan itu dan pergi berpetualang mengelilingi benua tempat tinggalnya. &#xA;&#xA;Wanita tamak. &#xA;&#xA;Pangeran kecil itu tak pernah memiliki ambisi untuk meraih takhta kekaisaran. Namun, tragedi itu merubah seluruh keyakinannya. &#xA;&#xA;Richard akan menjadi kaisar selanjutnya, atas dasar balas dendam.&#xA;&#xA;  Mereka yang paling biadab akan berada di posisi paling atas rantai, maka dari itu tidak ada ruang untuk cinta kembali.&#xA;&#xA;Tahun ke-18 semenjak kelahirannya, kini Richard berada di puncak kekaisaran. Sudah banyak darah yang tumpah akibat kedua tangannya. Mereka yang menyebabkan kematian Sang Ibunda, mereka yang menindas dirinya, mereka yang berkhianat, mereka yang menentangnya—semua ia hukum. &#xA;&#xA;&#34;Kematian terlalu mudah sebagai hukuman bagimu, ya &#39;kan? Kamu tidak berhak mendapat tidur nyenyak. Hanya kesengsaraan untukmu.&#34;&#xA;&#xA;Siksa. &#xA;&#xA;siksasiksasiksasiksasiksasiksasiksasiksasiksasiksasiksasiksasiksa&#xA;&#xA;Siksa semua orang yang telah menyakiti dirinya. &#xA;&#xA;Pangeran kecil yang ingin hidup tenang bersama Sang Ibunda sudah tidak ada lagi. &#xA;&#xA;Di atas takhta ini, duduk seorang tiran yang lebih sadis dari Kaisar Pertama. &#xA;&#xA;Ialah keturunan para biadab, Richard Savasta. &#xA;&#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p><img src="https://pbs.twimg.com/media/FMLjRJ_aIAMklcn?format=jpg&amp;name=900x900" alt="Richard Savasta"/></p>

<hr/>

<blockquote><p><em>Terlahir dengan jiwa sesuci apapun, mereka tetaplah keturunan para biadab.</em></p></blockquote>

<p>Kelahiran anak itu berjalan dengan lancar, untungnya. Putra bungsu Kaisar pada masa itu, terlahir dari selir kedua yang terkenal dengan kecantikannya. Surai hitam pekat dan mata sehijau zamrud, karakteristik khas keturunan keluarga terkuat di Kekaisaran Tarramonia.</p>

<p>Diberikan nama <em>Richard</em> oleh Sang Ibunda, sejujurnya tidak ada harapan agar sang anak menjadi penerus takhta selanjutnya. Sang Ibunda hanya tak sengaja melihat nama tersebut dan menyukai pelafalannya.</p>

<p>Tumbuh terkunci di Istana Bellesea, kehidupan Richard kecil tidak sesuram yang dibayangkan. Ya, kebebasannya dibatasi, namun itu tidak masalah bagi sang bungsu. Asalkan ia bisa bersama Sang Ibunda, bahagia dan tertawa bersamanya, Richard tidak masalah.</p>

<p>Sayang sekali bagi Richard kecil, keturunan para biadab tidak akan bisa bahagia seperti yang diimpikan.</p>

<blockquote><p><em>Tragedi adalah makanan sehari-hari para biadab. Semua keturunannya akan merasakan kesengsaraan tiada batas.</em></p></blockquote>

<p>Semua kisah menyedihkan diawali dengan kematian seseorang yang dicintai, begitu juga dengan kisah Richard.</p>

<p>Istana Bellesea yang sudah terisolasi dari dunia luar menjadi lautan api dalam sekejap, tak meninggalkan satu pun penyintas kecuali sang pangeran kecil. Para penyelidik berkata bahwa penyebab kebakaran adalah api unggun yang sudah tua. Namun, dari sudut mana pun juga, kebakaran di kediaman selir kedua sangatlah aneh. Tidak ada satu pun barang yang malfungsi di istana tersebut, Richard yakin akan hal itu. Maka tragedi ini merupakan ulah seseorang.</p>

<p><em>“Oh, masih hidup ternyata?”</em></p>

<p>Wanita itu sangatlah tamak. Menciptakan celaka di balik layar hanya karena sebuah ancaman kecil—yang nyatanya tidak akan pernah menjadi ancaman jika tidak diprovokasi.</p>

<p>Menghapus jejaknya demi anaknya menjadi putra mahkota? Lelucon yang sangat lucu.</p>

<p>Richard dan Sang Ibunda hanya berdiam diri di Istana Bellesea. Mereka bahkan diawasi sangat ketat dan tidak diperbolehkan untuk keluar sembarangan. Menjadi putra mahkota hanyalah angan-angan. Jika pun Richard menjadi salah satu kandidat, ia akan dengan senang hati melepaskan kesempatan itu dan pergi berpetualang mengelilingi benua tempat tinggalnya.</p>

<p>Wanita tamak.</p>

<p>Pangeran kecil itu tak pernah memiliki ambisi untuk meraih takhta kekaisaran. Namun, tragedi itu merubah seluruh keyakinannya.</p>

<p>Richard akan menjadi kaisar selanjutnya, atas dasar balas dendam.</p>

<blockquote><p><em>Mereka yang paling biadab akan berada di posisi paling atas rantai, maka dari itu tidak ada ruang untuk cinta kembali.</em></p></blockquote>

<p>Tahun ke-18 semenjak kelahirannya, kini Richard berada di puncak kekaisaran. Sudah banyak darah yang tumpah akibat kedua tangannya. Mereka yang menyebabkan kematian Sang Ibunda, mereka yang menindas dirinya, mereka yang berkhianat, mereka yang menentangnya—semua ia hukum.</p>

<p>“Kematian terlalu mudah sebagai hukuman bagimu, ya &#39;kan? Kamu tidak berhak mendapat tidur nyenyak. Hanya kesengsaraan untukmu.”</p>

<p>Siksa.</p>

<p><em>siksasiksasiksasiksasiksasiksasiksasiksasiksasiksasiksasiksasiksa</em></p>

<p>Siksa semua orang yang telah menyakiti dirinya.</p>

<p>Pangeran kecil yang ingin hidup tenang bersama Sang Ibunda sudah tidak ada lagi.</p>

<p>Di atas takhta ini, duduk seorang tiran yang lebih sadis dari Kaisar Pertama.</p>

<p>Ialah keturunan para biadab, Richard Savasta.</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://ajaxsel.writeas.com/sang-tiran-dari-tarramonia</guid>
      <pubDate>Tue, 22 Feb 2022 06:17:54 +0000</pubDate>
    </item>
  </channel>
</rss>